Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana perlu dimulai sejak usia sekolah. Edukasi kebencanaan kepada para pelajar dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun budaya tanggap bencana dan membentuk generasi yang lebih siap menghadapi kondisi darurat.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung menilai pengenalan mitigasi bencana kepada siswa merupakan bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, anak-anak perlu dibekali pemahaman mengenai berbagai potensi bencana serta langkah penyelamatan diri apabila terjadi keadaan darurat.
Baca Juga: Mukarramah Tekankan Pencegahan Kebocoran PAD dan Penguatan Pengawasan
Pendidikan kebencanaan tidak hanya memberikan pengetahuan terkait jenis-jenis bencana, tetapi juga melatih sikap disiplin, kewaspadaan, dan kemampuan mengambil keputusan ketika menghadapi situasi berisiko.
“Pembelajaran tentang kebencanaan sejak dini merupakan langkah penting agar anak-anak memiliki pemahaman dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, Kota Palangka Raya memiliki sejumlah potensi ancaman bencana, seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga cuaca ekstrem.
Baca Juga: Arif Norkim: Jangan Ada Toleransi untuk Produk Kedaluwarsa di Pasaran
Kondisi tersebut membuat edukasi kebencanaan perlu menjadi perhatian bersama, terutama di lingkungan sekolah.
Menurutnya, sekolah menjadi tempat yang tepat untuk menanamkan budaya sadar bencana karena pelajar dapat menjadi penyampai informasi kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
Selain pemberian materi, edukasi kebencanaan juga dapat dilakukan melalui simulasi evakuasi, pelatihan sederhana, serta kegiatan pembelajaran yang mudah dipahami oleh siswa.
Dengan cara tersebut, pelajar tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga memahami tindakan yang harus dilakukan saat bencana terjadi.
Baca Juga: Subandi Tekankan Pembangunan Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat
DPRD berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait terus memperluas program edukasi kebencanaan di sekolah-sekolah.
Kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih siap dan tangguh menghadapi bencana.
“Kesadaran terhadap bencana harus dibangun bersama. Semakin dini pemahaman diberikan, semakin besar peluang masyarakat untuk mampu mengurangi risiko ketika bencana terjadi,” katanya.
Melalui penguatan pendidikan kebencanaan, diharapkan para pelajar tidak hanya menjadi kelompok yang terlindungi saat terjadi bencana, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap keselamatan dan lingkungan.
[Red]














Discussion about this post