Kaltengtoday.com, Palangka Raya – DPRD Kota Palangka Raya mengusulkan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan dengan penyesuaian mekanisme penyaluran. Langkah tersebut dinilai penting agar peserta didik tetap memperoleh manfaat program tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, mengatakan program MBG merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah. Oleh karena itu, pelaksanaannya selama Ramadan perlu disesuaikan, bukan dihentikan.
“Program ini sebaiknya tetap berjalan selama Ramadan, tetapi mekanisme pembagiannya dapat disesuaikan agar tetap efektif dan menghormati siswa yang menjalankan ibadah puasa,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: DPRD Palangka Raya Dorong Pengembangan Wisata Danau di Kelurahan Marang
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyarankan makanan yang disiapkan dapat dibawa pulang oleh peserta didik untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Menurutnya, skema tersebut memungkinkan tujuan program tetap tercapai sekaligus menghormati nilai-nilai keagamaan selama bulan suci.
Ia menilai penyesuaian teknis pelaksanaan perlu dikoordinasikan secara matang oleh pemerintah bersama pihak sekolah, penyedia makanan, dan orang tua siswa. Dengan demikian, distribusi makanan tetap berjalan tertib dan manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
Selain itu, Noorkhalis menekankan pentingnya menjaga kualitas gizi, kebersihan, dan keamanan makanan yang dibagikan. Ia mengingatkan agar makanan yang disalurkan tetap memenuhi standar kelayakan sehingga aman dikonsumsi saat waktu berbuka.
Baca Juga: DPRD Palangka Raya Dorong Perluasan Pemasaran Ikan Lewat Pasar Penyeimbang
“Esensi program ini adalah memenuhi kebutuhan gizi anak. Karena itu, kualitas makanan harus tetap menjadi prioritas meskipun pola distribusinya disesuaikan,” katanya.
Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat menyusun petunjuk teknis yang jelas mengenai pelaksanaan MBG selama Ramadan agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan. Dengan penyesuaian tersebut, program diharapkan tetap berjalan efektif sekaligus memberikan manfaat bagi peserta didik sepanjang bulan Ramadan.
[Red]














Discussion about this post