Kaltengtoday.com, Sampit – Keributan di SPBU Samuda pecah hanya karena antrean solar subsidi. Video berdurasi satu menit itu beredar cepat di media sosial. Namun bagi sebagian warga, persoalannya bukan sekadar rebutan giliran mengisi BBM.
SUARA teriakan terdengar bersahut-sahutan di area SPBU Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Beberapa orang tampak saling mendekat dengan nada tinggi. Sejumlah warga lain mencoba melerai. Dalam video berdurasi 1 menit 1 detik yang beredar sejak 6 Mei 2026 itu, situasi terlihat tegang.
Baca Juga : Kelangkaan BBM Dipengaruhi Situasi Internasional, Masyarakat Diminta Tak Panik
Keributan diduga dipicu persoalan antrean solar subsidi peristiwa tersebut segera memantik perhatian publik. Di media sosial, video itu menyebar luas bersamaan dengan keluhan lama masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan solar subsidi di wilayah pesisir Kotawaringin Timur.
Komunitas Pemuda Peduli Masyarakat (KPPM) menilai insiden di SPBU Samuda bukan sekadar ledakan emosi sesaat antarwarga. Menurut mereka, keributan itu memperlihatkan persoalan distribusi BBM subsidi yang belum pernah benar-benar terselesaikan.
“Yang terjadi bukan hanya rebutan antrean. Ini akumulasi keresahan masyarakat karena distribusi yang dianggap tidak tertib,” kata Evan Pranata, anggota KPPM, kepada wartawan.
Menurut KPPM, antrean panjang solar subsidi telah lama menjadi pemandangan rutin di sejumlah SPBU. Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan jatah bahan bakar. Situasi itu diperparah oleh dugaan praktik pelangsiran yang disebut masih marak terjadi.
KPPM menilai lemahnya pengawasan membuka ruang terjadinya konflik di lapangan. Ketika stok terbatas bertemu tingginya kebutuhan masyarakat, antrean mudah berubah menjadi ketegangan.
“Kalau tata kelolanya jelas dan pengawasannya berjalan, masyarakat tidak akan sampai saling ribut seperti ini,” ujar Evan.
Mereka mendesak aparat penegak hukum, Pertamina, dan pengelola SPBU segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi solar subsidi, terutama di wilayah Samuda dan sekitarnya.
Baca Juga : Khemal Nasery Sambut Baik Surat Edaran Wali Kota Soal Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi
Bagi KPPM, persoalan BBM subsidi bukan semata urusan teknis distribusi, melainkan menyangkut rasa keadilan masyarakat kecil yang bergantung pada solar untuk bekerja dan bertahan hidup.
Keributan di SPBU Samuda mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun video itu memperlihatkan satu hal: di tengah antrean solar subsidi, emosi masyarakat tampak semakin tipis. [Red]














Discussion about this post