Kaltengtoday.com, Sampit – BEM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit sukses menggelar Lomba Fotografi Kartini Muda Tahun 2026 bertajuk “Lensa Emansipasi” dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kegiatan ini berlangsung sejak 21 hingga 24 April 2026 dan menjadi ruang kreatif bagi mahasiswa untuk mengekspresikan makna emansipasi perempuan melalui karya visual yang inspiratif dan penuh pesan sosial.
Mengusung tema “Lensa Emansipasi”, lomba ini menjadi salah satu agenda edukatif dan reflektif yang diinisiasi BEM STIE Sampit untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan R.A. Kartini dalam konteks masa kini. Tidak hanya sekadar kompetisi fotografi, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk memaknai emansipasi perempuan melalui sudut pandang yang lebih dekat dengan realitas sosial.
Baca Juga : Lomba Fashion Show dan Mewarnai Jadi Media Edukasi Anak di Kalteng
Ketua pelaksana kegiatan, Nur Raudah, mengatakan bahwa lomba ini dirancang sebagai medium kreatif bagi mahasiswa dalam menyuarakan nilai-nilai kesetaraan perempuan. Menurutnya, fotografi dipilih sebagai bahasa visual yang kuat untuk menangkap pesan perjuangan, keberanian, dan peran perempuan di tengah dinamika zaman modern.
“Di tengah semangat memperingati perjuangan Kartini, kami sebagai panitia menghadirkan lomba fotografi bertajuk ‘Lensa Emansipasi’. Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan makna emansipasi perempuan melalui sudut pandang visual yang jujur dan penuh makna,” ujar Nur Raudah, Rabu 29 April 2026.
Ia mengungkapkan, sejak awal pendaftaran dibuka, antusiasme peserta begitu tinggi. Beragam karya fotografi masuk dengan interpretasi yang berbeda-beda, mulai dari potret perempuan dalam dunia pendidikan, kiprah perempuan di ruang kerja, hingga gambaran sederhana tentang keteguhan perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap karya dinilai mampu menyampaikan pesan kuat bahwa emansipasi bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga realitas yang terus hidup di masa sekarang.
Dalam proses pelaksanaan, panitia berupaya menghadirkan penyelenggaraan yang> maksimal, mulai dari persiapan teknis hingga proses penilaian yang dilakukan secara objektif dan profesional. Nur Raudah menuturkan, proses menentukan pemenang bukan perkara mudah mengingat kualitas[ karya peserta yang sangat baik dan sarat makna. Namun demikian, panitia meyakini seluruh peserta merupakan representasi semangat Kartini masa kini.














Discussion about this post