Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Hebohnya berita orang berjualan stiker bertuliskan “Shaloom” masih ramai jadi topik pembicaraan di Kabupaten Barito Timur.
Selain yang menjual adalah orang tak dikenal (OTD), dikabarkan bahwa yang membeli stiker untuk ditempelkan di jendela atau pintu, akan jadi sasaran tindak kejahatan rampok/begal.
Menyikapi hal ini, para pemuka agama, dalam hal ini adalah pendeta, yang tergabung dalam grup WA Forum Komunikasi Antar Gereja (FKAG) Bartim memberikan imbauan waspada pada para jemaat.
Baca Juga : Tren OOTD Imlek 2026: Inspirasi Gaya Cheongsam Modern dan Street Style
Hal sama juga dilakukan pihak petugas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur (Kemenag Bartim) yaitu Pelaksana Tugas Pembinaan Masyarakat (Plt Binmas) Kristen.
Untuk. Itu, mereka meminta umat Kristen di Bartim menyikapi hal ini dengan bijak dan berhati-hati. Dan kebetulan, masyarakat merespon imbauan tersebut.
“Ya, kami juga sudah membaca di berita media online imbauan tersebut. Dan kami pun memandang positif saja. Artinya, ini jadi peningkatan kewaspadaan kita. Lepas dari benar tidaknya kabar di masyarakat yang beredar bahwa sudah ada korban atau tidak. Maklum, sekarang modus kejahatan juga beragam, ” tutur Iyus, salah seorang warga Tamiang Layang tadi (Kamis, 23/4/2026).
Baca Juga : Dewan Harap di Hari OTDA Wujudkan ASN Proaktif
Beberapa orang juga menuturkan, modus hampir sama juga pernah dialami saudara-saudara mereka umat Muslim, di Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, yang beberapa waktu lalu, didatangi orang berjualan stiker berhuruf Arab dan dalam pelaksanaannya bernada setengah memaksa.
“Teman saya, seorang haji, sampai jengkel dipaksa beli stiker itu. Kelihatannya, yang menjual bukan orang Bartim atau Kalteng ditilik dari logatnya. Artinya, ada oknum-oknum yang sengaja menjual slogan-slogan berbau agama, hanya untuk kepentingan ekonomi, ” tutur mereka seraya tersenyum geli. [Red]














Discussion about this post