Kaltengtoday.com, Sampit – Panglima Tantara Lawung Adat Mandau Talawang, Ricko Kristolelu, mengkritik maraknya kehadiran Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dari luar daerah yang beroperasi di Kalimantan Tengah. Ia menilai, kondisi tersebut berpotensi melemahkan posisi pelaku usaha lokal di daerahnya sendiri.
Ricko, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Kalimantan Tengah, mengatakan dominasi BUJP eksternal dapat menimbulkan ketimpangan dalam iklim usaha jasa pengamanan.
Baca Juga : Naik ke Penyidikan, Laporan Ormas Mandau Talawang Uji Nyali Polda Kalteng Bongkar Dugaan Gratifikasi
“Jangan sampai pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri,” ujarnya, kepada media ini Selasa (21/4/2026).
Menurut dia, perusahaan-perusahaan besar di sektor perkebunan dan pertambangan semestinya menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi daerah, termasuk dalam menentukan mitra jasa pengamanan. Ia menilai, keberpihakan terhadap pelaku lokal merupakan bagian dari tanggung jawab sosial investasi.
Ricko juga menyoroti sejumlah keunggulan yang dimiliki BUJP lokal, seperti pemahaman terhadap kondisi geografis, karakter sosial masyarakat, serta kemudahan koordinasi di lapangan. Faktor-faktor tersebut, kata dia, menjadi nilai tambah yang sulit digantikan oleh perusahaan dari luar daerah.
Baca Juga : Lagi-Lagi Fakta Baru Diungkap Ormas Mandau Talawang, Agrinas Pusat Sebut Tidak Ada Kontribusi 10%
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana mengirimkan surat kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Tengah. Surat tersebut berisi imbauan agar perusahaan memprioritaskan penggunaan jasa BUJP lokal dalam operasionalnya.
Kendati demikian, Ricko tidak menutup kemungkinan bagi BUJP dari luar daerah untuk tetap beroperasi. Namun, ia menegaskan, kehadiran mereka sebaiknya menjadi pilihan terakhir apabila kebutuhan tidak dapat dipenuhi oleh penyedia jasa lokal.
“Pelaku usaha lokal harus menjadi pemeran utama. Ini bukan semata soal bisnis, tetapi juga menyangkut keadilan dan martabat daerah,” Demikian Ricko. [Red]














Discussion about this post