Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Dari konsistensi produksi selama sekian masa, industri rotan di Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, ternyata menjadi penyelamat bagi teaga kerja lokal. Keberadaan mereka masih diperlukan, dan pekerjaan mengupas rotan mentah pun masih jadi lahan yang cukup menjanjikan bagi pendapatan rutim mereka.
Seperti yang pernah diberitakan, Kepala Desa Ketab Aliansyah melalui Sekretaris Desa Nawawi, kepada Kaltengtoday.com, menyatakan bahwa SDM lokal masih mendominasi persentase pekerja di sektor ini. Dan secara finansial, hasil yang mereka dapatkan, cukup untuk bisa memenuhi belanja harian.
Baca Juga : Plt Sekda Leonard S. Ampung Terima LHP BPK, Kemandirian Fiskal Kalteng Jadi Sorotan
“Rata-rata mendapatkan upah hingga Rp500 ribu per minggunya. Tapi itu juga bergantung pada absens kerajinan mereka. Kalau sering mangkir, ya hasilnya jauh lebih berkurang daripada itu,” tutur Nawawi ketika diajak berbincang di kantor desa.
Di Kecamatan Pematang Karau sendiri, terdapat dua desa yang terlihat memiliki pusat pengolahan rotan. Yaitu di Desa Jihi/Bambulung, Desa Tuyau dan Desa Ketab. Rotan-rotan yang selesai disayat atau dikupas, akan dijemur.
Rotan-rotan itulah yang kelak akan kembali lagi dalam bentuk jadi, seperti kursi, tempat lampu, serta berbagai macam handycraft lainnya. Dan harganya, tentu sudah jauh berbeda karena olah kreatifitas yang menyulapnya.
Saidah, salah seorang warga yang berpapasan di jalan tadi (Kamis, 2/4/2026) menceritakan bahwa dari bekerja di pengolahan rotan, selama enam tahun ini, ia mampu hidup cukup. Tiga anaknya yang bersekolah, bisa dihidupinya dari hasil mengambil upah menyayat rotan ini.
Baca Juga : DPRD Kotim Soroti Penataan Kota Sampit: Drainase dan Kebersihan Jadi Sorotan Utama
“Tapi saya masuk empat hari saja. Jumat saya libur, Sabtu dan Minggu saya full menyadap karet,” kisahnya.
Lagian, menurut Saidah, bekerja di pengolahan rotan tidaklah terlalu menyita tenaga. “Tidak sampai orang adzan sholat Asar, saya sudah pulang ke rumah. Jadi, tidak terforsir, Pak,” komentarnya. [Red]














Discussion about this post