Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Panen buah cempedak di Kabupaten Barito Timur memang sudah mulai di ujung ‘garis finish’. Tidak lagi sebanyak alias banjir bulan-bulan kemarin, terutama sebelum bulan puasa Ramadhan. Namun, untuk mencarinya, kita masih bisa menelusuri ke pasar maupun kebun-kebun. Meskipun, agak memerlukan kesabaran untuk mendapatkannya dalam jumlah agak banyak.
“Harga cempedak matang di pasaran, bisa mencapai Rp15 ribu atau lebih. Apalagi kalau ukurannya agak besar. Tapi biasanya, ibu rumah tangga lebih mencari yang mentah untuk dijadikan sayur lauk pauk. Harga mentahnya, rata-rata di pasar berkisar antara Rp7.000 – Rp8.000,” kata Sumi, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Beringin Ampah, Kecamatan Dusun Tengah tadi (Senin, 30/3/2026).
Rotasi buah cempedak di lapak-lapak pedagang cukup menjanjikan. Karena dalam sehari, bisa cepat habis diborong orang.
“Saya tadi bawa 35-an buah. Mentah semua. Jam Sembilan pagi sudah pulang ke rumah, karena dagangan buah cempedak mentah sudah ludes,” ujar Atun, pedagang lain.
Baca Juga : Saat Buah-buahan dari Bartim Bersaing di Pasar Luar Kabupaten
Dan rupanya, cempedak Bartim, juga diminati oleh pasar daerah lain. M Ghufron, pedagang asal Palangka Raya, yang biasa menggelar lapaknya di sepanjangan Jl A Yani, misalnya. Ia mengakui, cempedak Bartim cukup laris. Asal besar dan benar-benar matang, maka tak bakal bertahan lama di lapak dagangannya.
“Kadang saya pesan satu ton, tak sampai tiga hari sudah habis. Memang kesulitannya saat ini, ya mencapai target mendapatkannya. Karena teman-teman penyuplai barang dari Bartim atau daerah lain, juga mengaku sama-sama mulai kesulitan mencari buahnya. Otomatis, ini juga menyebabkan harga agak naik. Sesuai hukum pasar lah. Permintaan banyak barang sedikit, maka menyebabkan harga melonjak,” paparnya. [Red]














Discussion about this post