Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Agar memastikan ketersediaan pangan di tetap aman dan bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan yang ada di pasar kota Palangka Raya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Ketahanan Pangan Kalteng melakukan sidak.
Terlebih, sidak tersebut penting dilaksanakan, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) atau bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memilih tempat titik kumpul di depan Bank BRI Jl. Ahmad Yani Palangka Raya, sebelum menuju beberapa titik seperti pasar besar, pasar Kahayan, distributor dan pengecer LPG serta Gudang Bulog Palangka Raya, Kamis (6/2/2025).
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, menyampaikan hasil pemantauan di gudang Bulog, stok pangan dipastikan aman untuk empat sampai enam bulan ke depan.
Baca Juga : Inflasi Kalteng 3,13 Persen di Akhir 2025, Ekspor Turun 12,58 Persen
Begitu juga dengan stok beras medium di pedagang besar yang terpantau cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Ramadhan.
Meski stok secara umum stabil, pihaknya memberikan catatan khusus terhadap komoditas cabai rawit dan cabai merah yang mulai mengalami kenaikan harga cukup signifikan, yakni berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram.
Selain cabai, perhatian serius juga tertuju pada harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer, keprihatinannya atas harga gas subsidi yang mencapai Rp35.000 hingga Rp38.000 di wilayah kota Palangka Raya, bahkan menembus Rp50.000 sampai Rp60.000 di daerah pedalaman.
“Sesuai arahan, kami ingin mendorong pemerintah kabupaten/kota agar dapat menciptakan inovasi kebijakan terkait penetapan harga di tingkat pengecer yang dihitung berdasarkan jarak angkut,” katanya.
Ia mengungkapkan, misalnya dari pangkalan ke pengecer di desa A atau desa B memiliki standar harga yang jelas.
Lebih lanjut, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi borong atau panic buying dan tetap berbelanja dengan bijak sesuai kebutuhan.
Pemprov Kalteng melalui TPID juga berencana menggelar pasar murah atau pasar penyeimbang guna menjaga stabilitas harga dan daya beli Masyarakat” tegasnya.
Selain itu menurut Plt. Kadis Ketahanan Pangan Kalteng Agus Candra menjelaskan, akan terus melakukan pengawasan pangan segar.
Namun, untuk komoditas tertentu juga terdapat regulasi tersendiri yang menjadi perhatian bersama lintas instansi.
“Kami dari dinas tentunya memahami regulasi yang ada dan akan memastikan suplai pangan, termasuk yang masuk dari luar pulau, serta memastikan stok yang tersedia di wilayah Kalteng,” ungkapnya.
Menjelang awal Ramadan, ia menambahkan, biasanya terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas. Namun kondisi tersebut dinilai wajar dan cenderung kembali stabil setelah Ramadan berjalan.
“Memang biasanya di awal Ramadan terjadi kenaikan, tapi setelah berjalan sekitar satu minggu, umumnya harga kembali normal,” ujarnya.
Baca Juga : Katingan Bukan Daerah Inflasi, Pertanyakan Operasi Pasar Murah
Meski demikian, pihaknya memastikan akan melakukan langkah antisipasi agar harga pangan menjelang Idulfitri tidak mengalami lonjakan signifikan.
“Kami akan memastikan menjelang Hari Raya Idulfitri maupun hari besar keagamaan lainnya, kenaikan harga tidak terlalu jauh dan tetap terkendali, tutupnya. [Red]














Discussion about this post