Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah (Dislutkan Kalteng), Sri Widanarni menerima kunjungan dari BPJS Ketenagakerjaan di ruang kerjanya, Kamis (23/01/2026).
Audiensi tersebut diketahui guna membahas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan di Bumi Tambun Bungai.
Baca Juga : Selaraskan Data Peserta dan Kuatkan Layanan, BPJS Kesehatan Bahas Bersama Pemkab Bartim
Selain itu, membahas skema asuransi dan jaminan sosial yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk perlindungan terhadap risiko kerja yang dialami nelayan dan pelaku usaha perikanan, baik saat berangkat dari rumah menuju lokasi kerja maupun selama berada di lokasi pekerjaan.
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Subhan Adinugroho menjelaskan, program ini dirancang untuk memberikan rasa aman bagi pekerja sektor informal, termasuk nelayan.
“Melalui BPJS Ketenagakerjaan, nelayan dan pelaku usaha perikanan dapat memperoleh perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian dengan iuran yang terjangkau. Bahkan dalam kondisi tertentu, kepesertaan dapat difasilitasi melalui dukungan atau beasiswa dari pemerintah,” terangnya.
Lebih lanjut, disampaikan, manfaat jaminan kematian dapat diberikan karena sakit atau kecelakaan di luar hubungan kerja, dengan nilai santunan yang telah ditetapkan sesuai standar nasional.
‘Program ini juga mendukung prinsip keadilan dan pemerataan perlindungan sosial bagi seluruh lapisan pekerja,” ucapnya.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan berupa pembiayaan pengobatan dan perawatan akibat kecelakaan kerja, santunan meninggal dunia, serta santunan cacat sesuai ketentuan yang berlaku.
Menyambut baik audiensi ini, Sri Widabarni menyampaikan, perlindungan jaminan sosial bagi nelayan merupakan kebutuhan penting mengingat tingginya risiko kerja di sektor kelautan dan perikanan.
“Nelayan dan pelaku usaha perikanan memiliki tingkat risiko kerja yang cukup tinggi. Oleh karena itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi sangat penting sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Kepala Dislutkan menambahkan bahwa pihaknya akan mendorong sinergi dan sosialisasi lebih lanjut agar nelayan dan pelaku usaha perikanan memahami manfaat serta mekanisme kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami berharap kerjasama ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi nelayan dalam program jaminan sosial, sehingga mereka dapat bekerja dengan
lebih aman dan tenang,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post