Kalteng Today – Sampit, – Operasional pengangkut sampah, seperti truck, eksavator dan lain-lain perharinya lumayan banyak dan harus diperhatikan perawatannya karena jika rusak maka kemungkinan besar sampah yang berada di beberapa depo sampah akan menumpuk dan tidak terangkut.
Hal ini dikatakan Kepala Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD ) Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kabupaten Kotim Ahmad Nafarin , Kamis (4/6/2020) kepada kaltengtoday.
Menurut Nafarin, kondisi pengangkut sampah seperti truck dan juga eksavator tidak bisa bertahan lama. Meski demikian, harus ada perawatan yang memang anggarannya harus disiapkan. Sebab, sampah itu kan banyak jenisnya dan memang kandungan asamnya banyak.
Pasalnya, kandungan asam yang terdapat di sampah itu ternyata berpengaruh pada kondisi truck dan juga alat berat tersebut. “Makanya, paling tidak truck itu kondisinya 5 tahun itu sudah ada mengalami perubahan. Oleh sebab itu, harus ada biaya perawatan agar kondisi truck bisa awet dan tahan lama nantinya,”ungkapnya.
DLH sendiri memiliki 15 truck pengangkut sampah. Satu harinya mininal 1 truck itu bisa menghabiskan 20 sampai 30 liter bahan bakar minyak. Lain lagi dengan alat berat yanh berada di lokasi TPA. Itu juga ratusan liter juga untuk ketersediaan bahan bakarnya, paparnya.
Baca Juga:Â Hanya 5 Bangunan Sarang Walet Yang Memiliki IMB di Kabupaten Barsel
Makanya, sekitar 4 ratus liter lebih untuk pembelian minyak untuk peralatan tersebut. “Memang, beberapa waktu lalu kita sempat kekurangan minyak dan sampah sempat menumpuk di depo sampah. Hal inilah harus diperhatikan berkaitan dengan bahan bakar minyaknya,”pungkasnya. [Red]














Discussion about this post