Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Syauqie menilai ada ketimpangan pembangunan infrastruktur antar wilayah saat ini di Indonesia, khususnya Kalteng.
Ia menegaskan, hal tersebut harus menjadi perhatian serius Menteri Pekerjaan Umum dan juga telah ia sampaikan secara langsung dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus tersebut sebelumnya membahas evaluasi pelaksanaan APBN 2025 serta rencana program Kementerian Pekerjaan Umum untuk tahun anggaran 2026.
Baca Juga : Dinas Pekerjaan Umum Diminta Turun Lapangan
Syauqie juga sempat mengapresiasi capaian anggaran dan program kementerian. Namun, ia menegaskan bahwa Kalteng saat ini menjadi provinsi dengan jalan nasional rusak terpanjang di Indonesia, yakni mencapai 191,56 kilometer.
Menurut data yang disampaikan, terdapat 185,20 km jalan berstatus agregat di tujuh ruas, jalan aspal selebar enam meter sepanjang 552,86 km, 76 titik rawan longsor di sepuluh ruas, serta enam ruas jalan rawan banjir.
“Kami menilai ada ketimpangan pembangunan infrastruktur antar wilayah di negeri ini. Hal tersebut harus menjadi perhatian serius Menteri Pekerjaan Umum,” katanya.
Ia menyebut kerusakan jalan berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta menahan laju pertumbuhan ekonomi di Kalteng.
Kondisi tersebut, kata Syauqie, makin memprihatinkan karena dalam APBN 2026 tidak ada alokasi anggaran pembangunan jalan nasional untuk Kalteng, selain biaya reservasi jembatan, jalan, dan pengawasan.
“Kalteng butuh perhatian serius dari Pemerintah Pusat, karena APBN tahun anggaran 2026, anggaran untuk pembangunan jalan di Kalteng itu nol,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, anggaran dari Kementerian PU yang ada hanya untuk reservasi jembatan, jalan dan pengawasan.
“Untuk jalan nasional itu tidak ada anggarannya, sementara banyak jalan rusak yang sudah berubah menjadi bubur,” bebernya di hadapan Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo.
Baca Juga : Pekerjaan yang Dilaksanakan Kontraktor Mesti Sesuai
Syauqie juga meminta agar pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus bagi pembangunan infrastruktur jalan untuk Kalteng.
“Pada Raker ini, kami meminta dan berharap Kalteng harus mendapat perhatian khusus dari Menteri Pekerjaan Umum dan Dirjen Bina Marga karena Kalteng juga Indonesia, dan tidak boleh ada ketimpangan infrastruktur di negeri ini,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post