Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalteng, Agi menyampaikan bahwa perlu adanya pemerataan pembangunan di wilayah Kota Palangka Raya, sebab masih terdapat beberapa desa tertinggal.
Hal ini dirangkum pihaknya saat setelah melakukan reses selama 8 hari beberapa waktu lalu ke beberapa kelurahan di wilayah Kota Cantik, Palangka Raya untuk menghimpun aspirasi masyarakat.
Baca Juga : Ketua DPRD: Pemkab Kapuas Wajib Buka Keterisolasian Desa Masuparia
Dalam kegiatan resesnya kali ini, Agi mengunjungi Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya, tepatnya di Kelurahan Kenarakan, Pager, Gaung Baru, Panjehang, Petuk Berunai, Bukit Suha, dan Muku Baru.
“Usul utama masyarakat di sana, dan kebetulan yang saya lihat salah satu Ibu Kota di Indonesia masih ada desa tertinggal,” katanya kepada awak media, Selasa (11/11/2025).
Ia mengungkapkan, usul utama masyarakat setempat adalah infrastruktur jalan dan jembatan, sebab berkaitan penuh dengan akses ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lainnya.
“Aspirasi masyarakat ini akan saya dampingi atau hantarkan langsung ke gubernur Kalteng, atau secara khususnya dinas terkait,” ungkapnya.
Ia membeberkan bahwa, setiap terdapat adanya kasus warga yang sakit atau keperluan mendesak, maka harus naik dua kali transportasi, sehingga membuat ongkos warga membengkak.
“Minimal harus ada duit dua ratus ribu atau tiga ratus ribu untuk transportasi tersebut,” tuturnya.
Baca Juga : DPRD Kotim Kembali Desak Penanganan Banjir Permanen: 20 Desa Terendam, Jembatan Putus, Sekolah Lumpuh
Lebih lanjut, untuk usulan lainnya, Agi yang berasal dari Fraksi PAN ini mengungkapkan bahwa, jika aspirasi tersebut diperhatikan dan ditangani pemerintah daerah, maka tidak ada lagi desa terpencil di wilayah Kota Palangka Raya.
“Karena tidak ada sejarahnya di Indonesia itu ada kota dan masih ada juga desa terpencilnya dan terisolasi. Sebab kita mau menghilangkan image itu, dan itu semua memang kewajiban kita selaku anggota dewan dan pemerintah,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post