Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Meskipun bertanam sayuran dengan sistem hidroponik sudah mulai banyak dilakukan di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, namun, berbudidaya buah-buahan dengan sistem ini juga masih belum banyak, atau bahkan belum ada ditemukan.
Salah satu yang menjadi tren di luar, dan sebetulnya punya potensi besar dikembangkan di Bartim adalah budidaya melon hidroponik. Karena tingkat konsumsi buah-buahan apalagi melon, cukup tinggi di kalangan masyarakat.
Baca Juga :Â Pelaku Usaha Tanaman Hidroponik di Palangka Butuh Bantuan Pemerintah
“Itu yang saya amati. Jadi, kalau tak punya tanah/lahan luas, kita bisa gunakan sistem hidroponik, Pak. Yang penting pemberian nutrisinya tepat, kadar keasaman tanahnya diperhatikan, dan tanamannya cukup mendapat sinar matahari minimal 6 jam per hari,” tutur A Suswanto, petani penggarap yang ditemui di Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah tadi (Senin, 27/10/2025).
Menurut pria yang pernah sukses membantu rekannya berbudidaya melon di Sangata, Kalimantan Timur tersebut, prospek pasar buah ini tak pernah ‘mati’. Alias tidak mengenal musim, seperti durian atau rambutan.
“Pengalaman kami, pada lahan seluas 1 hektar,.mampu menghasilkan panen sampai Rp12 juta. Kotor lho ya? Dipotong biaya pupuk, tenaga dan lain-lain. Tapi bersihnya lebih dari 60%,” ujar Suswanto lagi.
Baca Juga :Â Heri Purwanto: Pertanian Jenis Hidroponik Mampu Tingkatkan Ketahanan Pangan
Beberapa petani yang sukses di Desa Netampin dan Desa Sumber Garunggung, Kecamatan Dusun Tengah, membuktikan beberapa komoditas sayur dan buah-buahan di tanah mereka, juga mampu menghasilkan cuan dalam hitungan lumayan.
“Termasuk semangka, dan tentunya melon jika dipacu kuantitas panen banyak, bisa saja. Ini kan hanya masalah belum saja orang memproyeksikan ke melon, karena masih terfokus pada tanaman palawija dan hortikultura,” komentar Sugeng, salah seorang petani yang ditemui di pinggir jalan sedang menyabit rumput untuk pakan ternak kambing.  [Red]














Discussion about this post