Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Akibat rusaknya jembatan kayu yang menghubungkan antara Desa Dayu, Kecamatan Karusen Janang dengan Desa Muara Plantau, Kecamatan Pematang Karau, sebagian warga masyarakat akhirnya menggunakan perahu kelotok untuk perjalanan Dayu-Muara Plantau PP.
Baca Juga :Â Bangunan Jembatan Sepang Bisa Terlaksana di Tahun 2025
Perahu kelotok pernah menjadi satu-satunya alat transportasi yang digunakan sebelum jembatan kayu dibangun. Penggunaan kelotok, dinilai sebagai satu-satunya solusi karena titian kayu yang sudah tak bisa digunakan lagi.
“Sayangnya, air masih belum terlalu tinggi. Jadi, kami harus pelan-pelan mengemudikannya agar tidak kandas kena bebatuan atau batang kayu di sungai,” ucap salah seorang warga Plantau, yang ditemui sedang menambatkan kapalnya di dermaga kecil bawah Jembatan Desa Dayu, tadi (Rabu, 22/10/2025).
Pria setengah baya itu menambahkan bahwa perjalanan antara Dayu-Plantau PP saat ini, memakan waktu hingga dua jam. Jika airnya dalam (debitnya meninggi), maka akan jauh lebih cepat.
“Kita hanya berharap pada hujan lebat di hulu, sehingga volume air meningkat. Karena itu akan memudahkan kita berkelotok,” imbuhnya.
Baca Juga :Â DPRD Kotim Kembali Desak Penanganan Banjir Permanen: 20 Desa Terendam, Jembatan Putus, Sekolah Lumpuh
Antara dua desa berlainan kecamatan itu memang terjalin sebuah ikatan perdagangan yang terjadi sejak Pasar Ikan Dayu masih beroperasi dulu. Tak heran jika banyak orang Desa Muara Plantau yang kemudian bermukim di Dayu karena mereka berjualan di sini.
Wahyu, salah seorang warga Kecamatan Karusen Janang meminta agar rencana pemerintah daerah memperbaiki jembatan kayu yang rusak, segera dapat direalisasi.
“Masalahnya,ini sudah emergency sekali, Om. Banyak sepeda motor yang tumbang dan celaka di jembatan tersebut,” ujarnya. [Red]














Discussion about this post