Kaltengtoday.com, Sampit — Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Hendra Sia, menyoroti ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah kota dan desa terpencil. Ia menilai bahwa masih banyak warga di pelosok yang kesulitan mendapatkan layanan medis dasar karena minimnya fasilitas dan tenaga kesehatan.
“Di beberapa desa, puskesmas pembantu tidak aktif, bidan desa tidak menetap, dan warga harus menempuh jarak puluhan kilometer hanya untuk berobat ringan. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Hendra, politisi Partai DPRD Kotim, Jum’at (10/10/2025) .
Baca Juga : Wajib Perhatikan Pemerataan Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan
Ia menambahkan bahwa program jemput bola seperti layanan keliling dan pos kesehatan desa harus diperluas dan dijadwalkan secara rutin.
Menurutnya, Dinas Kesehatan perlu menyusun peta layanan berbasis wilayah agar intervensi bisa lebih tepat sasaran.
Hendra juga mendorong agar insentif bagi tenaga kesehatan di daerah terpencil ditingkatkan, termasuk dukungan transportasi dan fasilitas penunjang.
Baca Juga : Nenie Lambung Inginkan Posyandu Bertransformasi Jadi Pusat Layanan Kesehatan Keluarga yang Komprehensif
“Kalau kita ingin tenaga medis bertahan di desa, maka mereka harus diberi jaminan kerja dan kenyamanan,” tegasnya.
Ia akan mengusulkan penguatan anggaran layanan kesehatan desa dalam APBD 2026 dan mendorong integrasi program dengan BPJS, Dinas Sosial, dan Dinas PMD agar pelayanan lebih menyeluruh. [Red]














Discussion about this post