Kaltengtoday.com, Kasongan – Anggota DPRD Kabupaten Katingan Yudea Pratidina mengajak seluruh perusahaan besar swasta (PBS) bersinergi dengan pemerintah daerah membangun model pembangunan yang inklusif.
” Misalnya perusahaan dan pemerintah berjalan beriringan, maka kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. Inilah yang disebut pembangunan berkelanjutan, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi,” Katanya, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga : REI Kalteng Salurkan CSR Rp200 Juta Dukung Program 3 Juta Rumah di Palangka Raya
Menurutnya, perusahaan yang memanfaatkan kekayaan alam Katingan memiliki kewajiban moral untuk membuktikan keberpihakannya pada warga lokal. Dengan begitu, tanggung jawab sosial tidak hanya soal program CSR, tetapi juga akses kerja yang adil dan berkelanjutan.
” Kondisi ini seharusnya menjadi peluang emas untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, bukan memperlebar kesenjangan,” Jelasnya.
Nanang mengingatkan, agar perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah Bumi Penyang Hinje Simpei harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama melalui perekrutan tenaga kerja lokal. Maka, kehadiran perusahaan seharusnya menjadi pintu gerbang bagi anak-anak daerah untuk mendapatkan kesempatan kerja yang layak.
Baca Juga : CSR Diharapkan Jadi Pilar Dukungan Pembangunan di Palangka Raya
” Katingan kini menjadi pusat aktivitas berbagai PBS, mulai dari sektor perkebunan, pertambangan, hingga hak pengusahaan hutan (HPH),”bebernya.
Dengan demikian, PBS jangan hanya menjadikan warga lokal sebagai penonton di tanah sendiri. Perusahaan yang beroperasi di Katingan harus memberi ruang berkarier, bukan sekadar pekerja lapangan, tetapi juga di posisi tenaga ahli sesuai kompetensi. [Red]














Discussion about this post