Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Belum lama dibuka, dengan memfungsikan lahan yang semula kurang optimal, sentra bisnis kuliner di Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur kini menjadi semacam destinasi wisata penggemar makanan. Terbagi menjadi beberapa pos yang didesain minimalis tapi kekinian, food court ini menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati suasana sore di kawasan Ampah.
Baca Juga : Nekat, Emak-emak Rusak Gembok Kedai Pizza Gasak Dua Tabung Gas
“Kami buka dari jam 10 pagi sampai jam 8 atau jam 9 malam saja, Om. Ya lumayanlah, meramaikan pilihan aneka kuliner di sini, sekaligus untuk tambahan uang belanja,” komentar Ny Winda, salah seorang pemilik kios makanan yang mempekerjakan beberapa tenaga lepas, saat ngobrol tadi (Selasa, 23/9/2025).
Memang, jika dilihat dari kehadiran para penjaja di lapak-lapak dagangan, beserta dengan karyawan freelance mereka yang mayoritas orang muda, menjadi sebuah lapangan kerja yang diciptakan secara langsung (justru dari sektor swasta). Eksistensi mereka juga menciptakan kompetisi kreatif lewat berbagai menu dan jenis kudapan yang ditawarkan.
Harga murah dengan suasana santai, jelas menjadi alasan kenapa food court ini ramai. Seperti yang diakui Hasan, salah seorang bapak muda yang membawa istri dan anak bayinya ke sini, mereka tak sekadar hanya untuk makan. Tapi juga menikmati suasana sekaligus bersosialisasi. Maklum, mereka belum lama menetap di Ampah, setelah pindah dari Barabai, Kecamatan Hulu Sungai Tengah.
Baca Juga : Kedai Ramen Jepang Larang Konsumen Main Ponsel saat Makan
Jika hendak dilihat dari aspek khasanah kekayaan pilihan kuliner, tentu kehadiran food court di Jl Pahlawan memperkokoh posisi Ampah sebagai kota bisnis, terutama bisnis kuliner. Sebuah potensi yang bisa dimanage oleh pemerintah setempat, menjadi identitas sekaligus andalan perekonomian. Tentu saja dengan penataan yang humanis, diimbangi perbaikan infrastruktur yang mendukung.
“Ya jujur aja, Bang. Kami sering ngomong soal lampu jalan (PJU) yang sekitaran bundaran, ya pokoknya penerangan lah. Soalnya, kadang mati. Kasihan kalau ada premotor terperosok lubang. Dan itu juga, Bang, tugu bundaran Ampah Kota, seharusnya diperbaiki. Itu kan simbol, kebanggaan,” komentar Pur, salah seorang warga Kampung Baru, Ampah Kota, senada dengan beberapa komentar warga lain yang sering wira-wiri di medsos. [Red]














Discussion about this post