Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya tetap fokus dalam arah pembangunan berkelanjutan, agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam arus kemajuan.
Menurut Wali Kota Palangka Raya melalui Wakil Wali Kota, Achmad Zaini, meski Kota Palangka Raya berhasil menekan angka kemiskinan hingga menjadi salah satu yang terendah di Kalimantan Tengah (Kalteng), namun tetap memperhatikan adanya ketimpangan di wilayah pinggiran.
“Pemko Palangka Raya harus terus bekerja keras agar tidak ada wilayah pinggiran yang tertinggal,” katanya kepada awak media, Kamis (10/7/2025).
Baca Juga : Edy Pratowo: Kalteng Butuh Rp1 Triliun Dana DBH untuk Pembangunan
Kesenjangan pembangunan antara kawasan kota dan pinggiran atau pelosok masih, ditegaskannya, menjadi pekerjaan rumah.
Dan, sebagian masyarakat kurang mampu masih terkonsentrasi di wilayah rural, serta faktor penyebab tingginya angka kemiskinan di wilayah pelosok antara lain adalah rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, hingga kurangnya peluang kerja yang memadai.
sehingga, sebagai solusi mengatasi persoalan tersebut, Pemko Palangka Raya terus memperkuat sinergi lintas sektor.
Beragam program pemberdayaan berbasis masyarakat digalakkan agar dampaknya bisa dirasakan secara langsung oleh kelompok rentan.
Baca Juga : DPRD Kalteng Soroti Akuntabilitas Anggaran dan Pembangunan Berbasis Kinerja
“Kami mendorong pelaksanaan program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai sektor. Baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur dan lain sebagainya,” jelasnya.
Pembangunan berkelanjutan, diungkapkan nya, tidak boleh bersifat eksklusif, karen semua warga berhak mendapatkan akses yang sama terhadap layanan dasar dan peluang ekonomi.
“Meskipun tantangan masih banyak, kami dapat terus menekan angka kemiskinan lebih rendah lagi dan meratakan pembangunan di seluruh wilayah Kota Palangka Raya, agar tidak ada satu pun warga yang merasa tertinggal,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post