Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Palangka Raya diminta kalangan legislator untuk mengembangkan program literasi yang inklusif dan ramah.
“Meski saat ini era digital telah membuka akses informasi secara luas, tetapi masih banyak warga yang belum bisa mengakses informasi melalui perangkat digital,” kata Anggota DPRD Palangka Raya, Arif Norkim, Rabu (2/7/2025).
Pihaknya menilai, keberadaan buku dan perpustakaan merupakan jembatan pengetahuan bagi seluruh warga yang belum tersentuh teknologi digital sangat berperan penting.
Baca Juga : Diskominfo Kota Palangka Raya Upayakan Peningkatan Literasi Digital di Kalangan Pelajar
“Buku menjadi jawaban untuk menyasar kelompok warga yang belum tersentuh layanan digital. Ini harus menjadi perhatian dalam program literasi kedepan,” ungkapnya.
Dispursip Kota Palangka Raya menurutnya saat ini telah menjalankan program perpustakaan keliling sebagai salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah yang terbatas akses digital.
Dan hal ini menurutnya sangat memudahkan anak-anak yang tidak memiliki perangkat android tetap bisa menikmati bacaan dan mengembangkan minat literasi mereka.
“Ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah kota dalam menyediakan akses literasi yang merata. Anak-anak di wilayah pelosok, bahkan di bantaran sungai harus bisa merasakan manfaat dari layanan ini,” terangnya.
Baca Juga : Literasi Digital Harus Ditanamkan kepada Generasi Muda
Politikus PAN Kalteng ini mengharapkan, Dispursip Kota Palangka Raya di masa yang akan datang dapat memperluas cakupan dan frekuensi layanan perpustakaan keliling, sehingga agar warga yang tidak tersentuh teknologi digital dan di pelosok daerah dapat memanfaatkannya.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak-anak di Kota Palangka Raya yang tertinggal dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Buku adalah fondasi, dan kita punya tanggung jawab moral untuk menjadikan literasi sebagai hak semua orang,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post