Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Hendy Fahlevi Diputra menyampaikan saat ini tengah berupaya meningkatkan pemahaman tentang inovasi nyamuk ber-Wolbachia dalam menurunkan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palangka Raya.
Baca Juga : Warga Palangka Raya diingatkan Untuk Waspada DBD
“Sejak 2022, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan inovasi dengan menyebarkan nyamuk mengandung bakteri Wolbachia. Bakteri ini mampu melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk, sehingga memutus rantai penularan DBD,” katanya, Kamis (12/6/2025).
Uji coba penyebaran nyamuk ber-Wolbachia menurutnya saat ini telah dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Dan, hasilnya cukup signifikan, dengan penurunan kasus DBD hingga 77 persen.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa metode ini efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
“Namun demikian, keberadaan inovasi teknologi Wolbachia tidak serta merta menghilangkan metode pencegahan dan pengendalian dengue yang telah ada di Indonesia. Masyarakat tetap harus melakukan gerakan 3M Plus yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang serta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan,”terangnya.
Baca Juga : Kasus DBD Di Katingan Cukup Tinggi
Pihaknya berharap, seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dalam mendukung penerapan teknologi nyamuk ber-Wolbachia sebagai upaya preventif.
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman DBD. [Red]














Discussion about this post