Kaltengtoday.com, Tangerang – DPRD Kalteng melalui Komisi III terus bergerak dalam upaya agar Bumi Tambun Bungai mendapatkan predikat Layak Anak (Provila).
Dan, langkah konkret yang dilakukan yakni dengan melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kalteng, H. Sugiyarto, didampingi Wakil Ketua Komisi III Tomy Irawan Diran, Sekretaris Komisi Bryan Iskandar serta anggota komisi III lainnya.
Baca Juga : DP3AP2KB Pulpis Gelar Pemilihan Duta GenRe 2024
“Kita ingin melihat langsung bagaimana penguatan kelembagaan di Kota Tangerang dalam membangun Kota Layak Anak, agar bisa menjadi bahan dan referensi bagi Kalteng yang saat ini sedang menuju Provinsi Layak Anak,” kata H. Sugiyarto kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu (30/4/2025).
Ia menjelaskan, Kunker ini bertujuan untuk mencari referensi dan pengalaman langsung dari Kota Tangerang yang telah berhasil membangun kelembagaan Kota Layak Anak dengan baik.
Hingga tahun 2025, menurutnya Kalteng sudah memiliki tujuh kabupaten dan satu kota yang berstatus Layak Anak. Dan, saat ini tinggal enam kabupaten yang tengah dalam proses evaluasi.
Apabila semua daerah tersebut lolos verifikasi, maka Kalteng resmi menyandang status Provinsi Layak Anak, sehingga terciptanya dan memberikan rasa aman kepada seluruh anak.
Baca Juga : Tim DP3AP2KB Koordinasi KLa ke Diskominfostandi Pulang Pisau
Selain berdiskusi dengan DP3AP2KB, rombongan Komisi III juga berkesempatan mengunjungi Kampung Jimpitan KB2, sebuah kawasan yang menjadi pilot project Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Kampung ini, lanjut Politisi Partai Gerindra ini dikenal karena semangat gotong royong warganya melalui tradisi jimpitan atau iuran sukarela untuk membantu sesama.
Serta, dilengkapi berbagai fasilitas ramah anak seperti taman bermain, ruang belajar pintar, proyek pengelolaan sampah, griya harmoni, hingga kebun sayuran.
Konsep Ruang Bersama Indonesia ini juga melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, organisasi masyarakat, serta lembaga keagamaan untuk menciptakan ruang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III, Tomy Irawan Diran, menyebut kunjungan ini sangat inspiratif dan bisa menjadi acuan dalam membangun ruang-ruang publik ramah anak di Kalimantan Tengah.
Baca Juga : DP3AP2KB Gelar Rakor Persiapan Verifikasi Lapangan KLA
“Semangat gotong royong dan konsep RBI di sini sangat luar biasa. Kami berharap bisa mereplikasi hal serupa di kabupaten/kota yang ada di Kalteng,” ungkap Tomy.
Rombongan pun optimistis bahwa hasil kunjungan yang dilaksanakan pada Selasa (29/4/2025) tersebut bisa menjadi bahan penting untuk merancang penguatan kelembagaan serta membentuk RBI di Kalimantan Tengah, demi mendorong tercapainya Provinsi Layak Anak dalam waktu dekat. [Red]














Discussion about this post