Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Agenda Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) ke-III Pemuda Katolik Kalimantan Tengah (Kalteng) menghasilkan keputusan penunjukan Dorothea Sthallhani Jasi sebagai Ketua untuk periode 2025-2028.
Sebelumnya, pembukaan Muskomda tersebut dihadiri langsung Ketua Umun Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stevanus Asat Gusma dan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran khususnya dalam sesi Buka Puasa Bersama, serta para tokoh pemuda dari lintas iman, bertempat di Best Western Batang Garing, Sabtu (15/3/2025) malam.
Muskomda ke-III Pemuda Katolik Kalteng ini mengangkat tema Sehati Seperjalanan dalam Membangun Kerukunan dan Perdamaian Menuju Kalteng Berkah dan Maju.
Baca Juga :Â Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stevanus Gusma Akan Hadiri Muskomda III Pemuda Katolik Kalteng
Plh Asisten Pemkesra Setda Kalteng Maskur sesaat sebelum membuka secara resmi Muskomda ke-III Pemuda Katolik Kalteng menyampaikan, Pemuda Katolik merupakan aset berharga bagi bangsa melalui berbagai program yang telah dilaksanakan.
“Pemuda Katolik telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Dan, saya berharap Pemuda Katolik terus berkontribusi dan berpartisipasi dalam membangun Kalteng dan Indonesia dengan semangat Huma Betang dan menjunjung tinggi Belom Bahadat,” kata Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran melalui Plh Asisten Pemkesra Setda Kalteng Maskur, Sabtu (15/3/2025) malam.
Selain itu, Ketua Umum Pemuda Katolik, Stevanus Asat Gusma turut menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi para pengurus Komda Pemuda Katolik Kalteng, sebab pada tahun 2024 lalu telah sukses menyelenggarakan Kongres Pemuda Katolik di Kota Cantik, Palangka Raya.
“Pertama tentu saya ucapkan Profisiat, tentu karena Pemuda Katolik Kalteng telah berhasil.menyelenggarakan Kongres Pemuda Katolik pada Oktober 2024 lalu di tempat ini. Karena itu satu langkah yang tidak semua berani untuk mau menjadi tuan rumah Kongres,” tutur.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap masyarakat Kalteng yang disadari penuh oleh pihaknya bahwa dalam perhelatan Kongres Pemuda Katolik tersebut penuh dengan resiko politik, sebab digelar dalam masa kampanye atau menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak kala itu.














Discussion about this post