Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng) dilanda Banjir. Seperti di Kabupaten Barito Selatan, banjir merendam satu kecamatan dengan 825 KK dan 2.661 jiwa terdampak.
Lalu, sebanyak 1.070 unit rumah terdampak banjir dengan 3.550 jiwa dari 1.335 KK di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan yang tersebar di Desa Samba Bakumpai, Samba Danum, Samba Kahayan, Rantau Asem, Telok dan Batu Bedinding.
Setelah itu, di Kabupaten Kapuas, Akibat luapan Sei Muroi, Setidaknya 135 rumah warga Desa Bukit Batu, Kecamatan Mantangai, terendam Banjir.
Baca Juga :Â Walhi Kalteng Tanggapi Pengampunan Kejahatan Lingkungan PBS Sawit oleh Pemerintah
Ini sejalan dengan Prediksi Curah Hujan Dasarian Minggu ke 2 Maret 2025 sampai dengan April 2025 yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Tjilik Riwut, curah hujan berkisar pada Kategori menengah hingga tinggi terjadi di sebagian besar Kalteng.
Curah Hujan dengan kategori tinggi diprediksi terjadi pada sebagian Murung Raya, Gunung Mas, Kapuas, Palangka Raya, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Barito Utara. Ini mengindikasikan agar masyarakat Kalteng untuk waspada terhadap kejadian Banjir.
Tingginya intensitas hujan di paruh pertama 2025 ini tidak lagi mampu ditampung oleh wilayah resapan air berupa tutupan hutan dan gambut yang tersisa di Kalteng.
Imbas dari pengalihfungsian hutan dan gambut di Kalteng menjadi industri ekstraktif nyatanya mengakibatkan menurunnya daya dukung dan daya tampung sehingga volume air yang turun ketika hujan melanda menjadi tidak terserap sepenuhnya dan akhirnya meluap dan menggenangi beberapa wilayah di Kalteng.
Berdasarkan catatan Simontini tahun 2024, Kalteng menduduki posisi kedua dengan luas deforestasi terbesar di Indonesia setelah Kalimantan Barat.
Baca Juga :Â Walhi Kalteng Anggap Model Pembangunan di Kalteng Terlalu Bertumpu Pada Eksploitasi SDA
Pada periode tahun 2023 2024 setidaknya terdapat kenaikan Luas Deforestasi sebesar. 9.165 hektar dari sebelumnya 30.433 hektar deforestasi pada 2023 menjadi 39.598 hektar luas deforestasi di Kalteng pada 2024. Kemudian, Hasil kajian WALHI Kalteng mencatat Deforestasi di Kalteng pada periode 2023 Februari 2025, Deforestasi pada sektor Perkebunan Sawit seluas 925.04 hektar, Hutan Tanaman Industri seluas 1,719,09 hektar dan Pertambangan Batu Bara seluas 3.300 hektar.
Perubahan wilayah resapan air baik hutan maupun gambut akibat deforestasi, menjadi faktor utama menurunnya fungsi daya dukung dan tampung lingkungan yang terakumulasi menjadi bencana ekologis.
Sebagai salah satu contoh dari imbas pengalihan fungsi hutan dan lahan menjadi industri ekstraktif di Kalimantan tengah seperti yang terjadi pada bentang alam DAS Kahayan Kapuas, sedikitnya enam perusahaan Hutan Tanaman industri dan satu pertambangan menyumbang deforestasi seluas 3.367 hektar hutan pada 2024.














Discussion about this post