Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Pengawasan terhadap praktik ilegal fishing atau penangkapan ikan secara ilegal yang masih marak terjadi di wilayah perairan Kota Palangka Raya ditingkatkan
Menurut Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi, meskipun telah dilakukan berbagai upaya, permasalahan penangkapan ikan secara ilegal masih menjadi tantangan besar.
Baca Juga : Legislator DPRD Seruyan Himbau Masyarakat Hindari Ilegal Fishing
“Pelaku illegal fishing biasanya memilih waktu malam hari untuk beroperasi karena Pokmawas sudah tidak terlalu aktif. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” katanya kepada awak media, Kamis (23/1/2025).
Untuk luasnya wilayah perairan yang harus diawasi dan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), serta peralatan menjadi faktor penghambat dalam pengawasan illegal fishing di Palangka Raya.
Namun, pemerintah kota melalui dinas yang dipimpinnya saat ini terus berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pengawasan dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti TNI dan Polri.
Baca Juga : Cegah Ilegal Fishing, Perketat Pengawasan
“Praktik ilegal fishing ini tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga berdampak pada kelestarian sumber daya perikanan dan mata pencaharian nelayan lokal,” ungkapnya.
Ia membeberkan, pihaknya berencana untuk mengevaluasi kinerja Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmawas), serta meningkatkan kapasitas pengawasan di lapangan.
Dan, dari itu, ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum dapat menurunkan kasus illegal fishing di wilayah perairan Kota Palangka Raya.[Red]














Discussion about this post