Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – indonesia ternyata jadi salah satu target utama serangan siber global. Hal itu terbukti dari adanya 402.990.813 trafik anomali di Indonesia pada tahun 2023. Dampak dari aktivitas tersebut melingkupi penurunan performa jaringan, pencurian data sensitif sampai kerusakan reputasi organisasi.

Demikian dikatakan JF Sandiman Madya, dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dalam acara sosialisasi peran penting Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Dalam Menjaga Keamanan Informasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, baru-baru ini.
Baca Juga : Wagub Minta Optimalkan Layanan Dari Aplikasi SRIKANDI
Dari rilis pers MMC Jajaka Bartim tadi (Kamis, 2/1/2025), dinyatakan bahwa kegiatan ini adalah untuk menghadapi ancaman siber. Termasuk pula serangan terkait perjudian online yang kian marak.
“TTIS menjadi garda depan keamanan siber, yang punya tugas memperingati, menangani insiden dan merumuskan panduan teknis untuk mitigasi risiko,” kata JF Sandiman.
Baca Juga : Plt. Kadis Agus Siswadi Paparkan Program Kerja Diskominfosantik Kalteng
Ia juga menyatakan bahwa dalam tatanan ini, mencakup pula koordinasi antar lembaga untuk memastikan tanggapan cepat dan tepat terhadap berbagai ancaman.
Acara sosialisasi ini sendiri, digelar oleh Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Barito Timur dengan dihadiri para perwakilan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). [Red]














Discussion about this post