Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Salip yang masih kokoh berdiri di atas Gedung Gereja Maranatha milik Majelis Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Langkai pasca di landa kebakaran hebat yang terjadi pada 24 September 2024 lalu diturunkan, Sabtu (23/11/2024).
Prosesi penurunan ini di awali dengan ibadah yang dihadiri ratusan jemaat GKE Langkai dan para tokoh GKE, Seperti Ketua Umum GKE, Pdt. Simpon F. Lion, Ketua Majelis Sinode Wilayah Kalteng Sipet Hermanto, Asdi Narang, hingga para panetua dan diakon atau para pelayan gereja yang bertugas.
Penurunan Salip ini penuh rasa haru dan sangat emosional bagi para jemaat yang diiringi rintik hujan, sebab masih lekat di ingatan para jemaat yang sempat menyaksikan maupun melihat dampak dari kejadian kebakaran tersebut, selain meluluh lantahkan gedung gereja yang cukup bersejarah ini, hal itu juga seperti menghanguskan kenangan dan rencana mereka menuju perayaan Natal Tahun 2024 ini.
Baca Juga : Â DLH Kota Palangka Raya Gerak Cepat Atasi Tumpukan Sampah di Jalan Bereng Bengkel
Ketua Umum Majelis Sinode GKE, Simpon F Lion menyampaikan, penurunan salip ini merupakan fenomena yang langka bagi umay kristiani, sehingga pihaknya mewajarkan jika hal ini sangat menguras emosi warga jemaat dan dirinya. Namun hal ini juga menjadi awal dan tanda pembangunan ulang gedung gereja tersebut.
“Hari ini kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena telah memberi kita kesempatan untuk membangun gereja Maranatha. Dan, hari ini juga menurunkan salip, karena sejak kebakaran lalu salip itu masih megah berdiri, lalu membangun kembali gereja untuk bangunan yang kita harapkan lebih baik,” ucapnya.
Kebakaran itu menurutnya terjadi bertepatan satu jam sebelum dilaksanakannya sidang IV Majelis Sinode GKE, hati para pengurus GKE dan warga jemaat seperti digoncang dengan duka yang dalam mendengar kabar ganasnya kejadian tersebut, hingga akhirnya sidang tersebut memutuskan berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi gereja.
Dikatakannya, gedung Gereja Maranatha merupakan aset yang sangat bersejarah bagi umat kristiani, sebab merupakan gedung kedua di bangun di Palangka Raya setelah Gereja Imanuel, tepatnya sejak Tahun 1968 lalu.
“Hasil keputusan sidang di tengah hati kita yang berduka, telah ditetapkan bahwa memandatkan Majelis Sinode GKE untuk membangun kembali gedung Gereja Maranatha ini bersama dengan Majelis Resort Palangka dan Majelis Jemaat GKE Langkai,” terangnya.
Pdt Simpon juga menegaskan, pembangunan kembali Gereja Maranatha merupakan hasil gerakan bersama, sehingga pihaknya mengumpulkan para tokoh-tokoh warga jemaat GKE menyelesaikan gedung gereja dan pihaknya menargetkan penyelesaian pembangunan sebelum bulan Juli Tahun 2026 mendatang.
“Jadi, kami meminta maaf kepada seluruh jemaat GKE Langkai, karena mengambil alih untuk memberikan Surat Keputusan pembangunan gereja ini. Karena kita mendengar dari seluruh warga jemaat dan Gereja Maranatha ini merupakan sentrum dari GKE,” tuturnya.
Baca Juga : Â Sengketa Masyarakat Dengan PBS Harus Jadi Perhatian Khusus
Pihaknya mengharapkan, gedung gereja yang akan dibangun tersebut nantinya dapat menjadi sentrum maupun ikonik dari hidup keberagaman dan harmonis di Kota Cantik Palangka Raya, sebagai salah satu unsur dari masyarakat Agama Kristen.
Lebih lanjut, Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Maranatha Rawing Rambang menambahkan bahwa sampai saat ini pihaknya masih menghitung kebutuhan anggaran pembangunan dan melakukan sayembara desain gedung Gereja Maranatha yang akan dibangun tersebut.
“Tentunya anggaran inikan kita hitung dulu, berapa yang persisnya. Karena sesuai dengan keinginan bersama terkait bagaimana gereja ini nantinya dapat menjadi gereja yang sentrum dan ikonik, sehingga dapat menjadi tempat pilihan wisata rohani dan segala macam aktivitas. Karena harapannya gereja ini bukan hanya milik GKE, tetapi milik seluruh warga Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga : Â 400-an Peserta Ramaikan Jalan Sehat dan Bakti Sosial Dalam Rangka HUT ke-167 GKE Palanungkai
Selanjutnya, Ketua Majelis Jemaat GKE Langkai, Pdt Yuprinadie turut menuturkan bahwa pihaknya dan seluruh warga jemaat sangat menyambut dengan suka cita terkait dimulainya pembangunan gereja tersebut. Mengingat selama ini ia dan seluruh jemaat melakukan aktivitas peribadatan di gedung Sangkuwong.
“Kami atas nama Jemaat GKE Langkai sangat bersyukur bahwa Majelis Sinode GKE memberikan perhatian yang luar biasa, seperti membentuk panitia dan mengajak orang untuk bersama-sama membangun gereja ini. Kami yakni target yang di berikan kepada panitia pembangunan itu dapat diselesaikan pada Bulan Juli 2026,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post