“Saya selama 3 tahun ini percaya kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) yang dipimpin Sekda. Tapi Setelah saya terlibat langsungmembahas anggaran Tahun 2020 banyak sekali anggaran angaran itu yang bisa dipangkas,”ujarnya dihadapan bupati se-Kalteng yang menerima DIPA tahun 2020 di Palangka Raya (18/11).
kaltengtoday.com – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melihat selama ini anggaran perjalanan dinas baik keluar daerah atau dalam daerah jumlahnya sangat besar. Karena itu dia meminta agar dilakukan pemotongan (pangkas) sebesar 30-40 persen.
“Saya selama 3 tahun ini percaya kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) yang dipimpin Sekda. Tapi Setelah saya terlibat langsungmembahas anggaran Tahun 2020 banyak sekali anggaran angaran itu yang bisa dipangkas,”ujarnya dihadapan bupati se-Kalteng yang menerima DIPA tahun 2020 di Palangka Raya (18/11).
Ia kemudian meminta agar biaya perjananan yang tak perlu itu untuk dihilangkan dan dipotong 30-40 persen karena anggaran perjalanan dinas keluar daerah itu sangat besar dan anggaran perjalanan didalam daerah juga ini harus diubuang. Selain itu ada juga setiap tahun ditemukan melakukan pembelian komputer.
“Kemarin anggaran kumpulkan setelah dipangkas ada sekitar Rp. 167 miliar yang didapatkan. Tapi itu belum serius memangkasnya karena tidak diikuti secara total. Dan saya sampaikan kepada mereka (TAPD), kalian pangkas sendiri, saya tunggu setengah jam dan saya minta jam 4 sore (pk.16.00) sudah ada di meja saya hasil pemangkasannya,”katanya.
“Saya tunggu setengah jam rapat TAPD dipimpin sekda kalo kalian tak memangkasnya dan saya temukan ada yang tak dipangkas kalian akan saya nonjobkan, saya tunggu dibawah, dan sekitar jam 4 pak sekda datang dan lapor hasil pemangkasan Rp.167 miliar,”.
Pemangkasan ini menurut gubernur penting agar supaya bisa diarahkan kebidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perekonomian masyarakat,pungkasnya.
Dhann-KT














Discussion about this post