Kaltengtoday.con, Palangka Raya – Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Heri Fauzi mengatakan dalam dua pekan terakhir telah terjadi empat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya.
“Empat kejadian karhutla itu terjadi di tempat yang berbeda dengan luasan lahan yang masih dalam tahap wajar dan bisa diatasi,” katanya kepada awak media, Senin (22/7).
Dijelaskannya, terdapat empat kejadian karhutla tersebut terjadi di Jalan Tjilik Riwut kilometer 13 dan 14, Jalan G Obos 24 dan Jalan G Obos 27.
Dan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, empat titik Karhutla tersebut diduga terjadi akibat adanya faktor kesengajaan dari oknum warga yang membuka lahan.
Baca Juga :Â Pj Bupati Seruyan Paparkan Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan
“Di samping faktor cuaca yang cukup terik, tetapi kami melihat adanya indikasi-indikasi yang mengarah pada faktor kesengajaan membakar lahan oleh oknum warga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Heri menjelaskan akibat kondisi cuaca di Kota Palangka Raya yang masih belum masuk musim kemarau dan masih terdapat hujan, hal tersebut membuat titik hotspot atau titik api belum terpantau.
Maka dari itu, ia menambahkan perlu adanya kesadaran dari masing-masing masyarakat dalam turut menjaga Kota Palangka Raya agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.
“Jangan sampai Kota Palangka Raya kembali mengalami bencana kabut asap seperti tahun 2015 dan 2019 lalu, yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.
Heri juga menegaskan, berdasarkan data Pemetaan Risiko Berbasis Analisis DIni (PERISAI) BPBD Kota Palangka Raya, sejumlah kelurahan di daerah ini terjadi kekeringan.
Baca Juga :Â Pj Bupati Seruyan Paparkan Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan
Kelurahan di Kota Palangka Raya yang mengalami kekeringan, yakni Kelurahan Mungku Baru, Petuk Barunai, Pager, Kanarakan, Sei Gohong, Banturung, Habaring Hurung, Langkai dan Kereng Bangkirai.
“Untuk itu perlu adanya patroli yang dilakukan oleh masing-masing kelurahan di kawasan-kawasan yang dinilai rawan terjadi karhutla, sehingga ketika terjadi kebakaran dapat segera diatasi,” pungkasnya.[Red]














Discussion about this post