kaltengtoday.com, Palangka Raya – Hingga Juni 2023, sebanyak 34 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Kota Palangka Raya.
Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani menyampaikan, dari total 34 kejadian tersebut, lahan yang terbakar seluas 22,64 Hektare.
Baca Juga : Â Warga Diminta Proaktif Antisipasi Karhutla
22,64 hektare lahan yang terbakar tersebut, terjadi di Kecamatan Jekan Raya sebanyak 19 titik, Pahandut 3 titik, Sebangau 9 titik dan Bukit Batu sebanyak 3 titik.
“Camat dan lurah yang berada di daerah Kecamatan Jekan Raya, harus lebih waspada potensi adanya Karhutla, karena sudah terjadi 19 kali sepanjang tahun 2023 ini, Katanya, Selasa, 13 Juni 2023.
Selain Kecamatan Jekan Raya, dirinya juga meminta agar jajaran Kecamatan Sebangau harus meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya, di kecamatan tersebut telah ada 9 kejadian Karhutla.
Baca Juga : Â Anggota DPRD Menghimbau Masyarakat untuk Waspada Terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Untuk itu dirinya mengajak, masyarakat, Camat dan Lurah, agar bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa menerapkan metode Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), yang di inisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya.
“Setop bakar lahan, karena selain dapat merusak alam dan lingkungan, juga tentunya dapat berdampak pada timbulnya bencana kabut asap, yang sangat – sangat kita hindari tentunya,” pungkasnya.[Red]














Discussion about this post