Kalteng Today
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini
No Result
View All Result
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kalteng Today

Aktivis Lingkungan Nilai Program Food Estate Singkong di Gumas Gagal

by Mulia Gumi
12/11/2022
A A
Aktivis Lingkungan Nilai Program Food Estate Singkong di Gumas Gagal

Beberapa aktivis lingkungan membentangkan spanduk raksasa di lokasi Food Estate di Gumas. (Mulia Gumi)

kaltengtoday.com, Palangka Raya – Program Pemerintah berupa atau proyek strategis nasional food estate di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat sorotan dan kritikan dari aktivis lingkungan.

Puluhan aktivis lingkungan yang berasal dari gabungan beberapa organisasi seperti Greenpeace, LBH Palangka Raya, Save Our Borneo (SOB), dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalteng mendatangi secara langsung lokasi garapan Food Estate yang dikhususkan dengan tanaman Singkong tersebut, Kamis (10/11/2022).

Di lokasi food estate tersebut, para aktivis lingkungan tersebut membentangkan spanduk raksasa, dengan ukuran lebih besar dari Lapangan Volly, yang bertuliskan ” “Food Estate Feeding Climate Crisis”.

Baca Juga :  Pemanfaatan Kayu Di Kawasan Food Estate Singkong Harus Ada Izin

Menurut salah seorang perwakilan, Arie Rompas aksi pembentangan spanduk raksasa tersebut merupakan bentuk pesan yang disampaikan ke semua kalangan terhadap kerusakan hutan.

“Khususnya di kawasan proyek yang gagal ini, dimana kita ketahui wilayah ini adalah hutan hujan alam, yang kemudian dibuka seluas sekitar 700 Hektare dan ini akan berdampak serius terhadap lingkungan ke depan,” katanya saat dikonfirmasi Kaltengtoday.com, Sabtu (12/11).

Dirinya menegaskan, saat ini krisis iklim dan bencana hidrometeorologi sudah di depan mata, seperti halnya beberapa bencana banjir yang terjadi di Kalteng sangat berkaitan erat dengan kerusakan alam dan deforestasi yang terjadi.

“Pesan ini sebenarnya kami sampaikan kepada para pemimpin dunia yang saat ini sedang sidang di COP 27 di Sharm el-Sheikh, Mesir berkaitan dengan perubahan iklim dan para pimpinan G20 yang akan bersidang juga di Bali,” ungkapnya.

Pihaknya menilai, program Food Estate dengan membuka hutan sangatlah tidak tepat, sebab hutan itu sendiri, tambahnya yakni sumber pangan itu sendiri. “Proyek ini juga hanya dinikmati oleh segelintir elite politik di masa krisis ini,” ujarnya.

Baca Juga : Wagub Kalteng Harapkan Food Estate Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Sehingga, dijelaskanya yakni proyek tersebut yang ada di Kalteng, Sumatera, hingga Papua ini akan mengancam hutan hujan Indonesia, masyarakat adat, dan akan memicu krisis iklim.

“Selain kepada pemimpin dunia, pesan kami juga kepada publik dan khususnya masyarakat Kalteng adalah soal masa depan kita, Bumi itu rumah kita, hingga harus bersama – sama bergerak untuk melawan proyek yang merusak alam, dan juga harus memastikan bahwa pemerintah harus menghentikan proyek Food Estate, karena kalau ini terus dilanjutkan, maka akan berdampak serius pada masa depan planet ini,” pungkasnya.

Selain itu Juru Kampanye Hutan Senior Greenpeace Indonesia, Syahrul Fitra turut menambahkan total Karbon yang terlepas ke angkasa dari akibat pembukaan lahan tersebut saat ini kurang lebih 60.000 Ribu Ton.

“Pelepasan karbon ini sangat berkontribusi terhadap kenaikan suhu muka bumi. Dan kita, tidak ingin tentunya proyek – proyek seperti ini terus berlanjut diseluruh wilayah Indonesia, utamanya di Kalteng. Cukuplah segini yang dibuka, sisanya biarkan tetap menjadi hutan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelaksanaan Program Food Estate Singkong di Gumas Butuh Sinergitas Antar Eksekutif

Ia menuturkan kembali, lokasi proyek Food Estate tersebut sebelumnya diyakini sebagai rumah bagi banyak jenis satua atau flora dan fauna Kalimantan.

“Kalau kita lihat dari tahun ke dua proyek ini dan di akhir 2020 melalui Kemenpan RI mulai membuka lokasi ini dan mulai menanam. Akan tetapi hari ini kita bisa kita lihat, seperti apa tanaman Singkong yang ditanam hampir dua tahun tersebut semuanya kecil, baik itu umbinya, batang, hingga daunnya, dan seperti ini tidaklah produktif,” bebernya.

“Karena, tanah disini itu berupa pasir putih, sehingga tidak cocok untuk ditanami Singkong dan dari jenis Singkong yang ditanam itu pun yakni Karsikarva. Jadi, bukan Singkong yang dapat langsung dikonsumsi, melainkan harus melalui proses industri terlebih dahulu,” tutupnya. [Red]

Tags: Food EstateGagalKota Palangka RayaSingkongWALHI Kalteng

Baca Juga

Sembilan Damang Tertahan di Portal PT BAP, Hermas: “Bukan Garong Kami di Sini”

Sembilan Damang Tertahan di Portal PT BAP, Hermas: “Bukan Garong Kami di Sini”

13/08/2026

...

PT BAP Mangkir Lagi di Basara Hai, Warga Desak Portal Adat hingga Ancaman Pengusiran

PT BAP Mangkir Lagi di Basara Hai, Warga Desak Portal Adat hingga Ancaman Pengusiran

13/08/2026

...

Ditegur Majelis karena Mangkir, PT BAP Hadapi Tuntutan Rp3,78 Triliun di Basara Hai

Ditegur Majelis karena Mangkir, PT BAP Hadapi Tuntutan Rp3,78 Triliun di Basara Hai

11/08/2026

...

Pakai Rumus PT BAP, Warga Sebabi Ajukan Gugat Balik Rp3,78 Triliun di Basara Hai

Pakai Rumus PT BAP, Warga Sebabi Ajukan Gugat Balik Rp3,78 Triliun di Basara Hai

10/08/2026

...

Damang Hermas Pastikan Basara Hai Tak Diskriminatif, PT BAP Diminta Hadir Buka Data dan Adu Fakta

Damang Hermas Pastikan Basara Hai Tak Diskriminatif, PT BAP Diminta Hadir Buka Data dan Adu Fakta

09/08/2026

...

Discussion about this post

ARTIKEL TERBARU

Sembilan Damang Tertahan di Portal PT BAP, Hermas: “Bukan Garong Kami di Sini”
Berita

Sembilan Damang Tertahan di Portal PT BAP, Hermas: “Bukan Garong Kami di Sini”

13/08/2026
PT BAP Mangkir Lagi di Basara Hai, Warga Desak Portal Adat hingga Ancaman Pengusiran
Berita

PT BAP Mangkir Lagi di Basara Hai, Warga Desak Portal Adat hingga Ancaman Pengusiran

13/08/2026
Ditegur Majelis karena Mangkir, PT BAP Hadapi Tuntutan Rp3,78 Triliun di Basara Hai
Berita

Ditegur Majelis karena Mangkir, PT BAP Hadapi Tuntutan Rp3,78 Triliun di Basara Hai

11/08/2026
Pakai Rumus PT BAP, Warga Sebabi Ajukan Gugat Balik Rp3,78 Triliun di Basara Hai
Berita

Pakai Rumus PT BAP, Warga Sebabi Ajukan Gugat Balik Rp3,78 Triliun di Basara Hai

10/08/2026
Damang Hermas Pastikan Basara Hai Tak Diskriminatif, PT BAP Diminta Hadir Buka Data dan Adu Fakta
Berita

Damang Hermas Pastikan Basara Hai Tak Diskriminatif, PT BAP Diminta Hadir Buka Data dan Adu Fakta

09/08/2026
Basara Hai Takian Petak Digelar 10 Agustus, Sembilan Mantir Adat Jadi Syarat Mutlak Persidangan
Berita

Basara Hai Takian Petak Digelar 10 Agustus, Sembilan Mantir Adat Jadi Syarat Mutlak Persidangan

08/08/2026

Kalteng Today

Ikuti Kami di Media Sosial

TrustWorthy News

Rubrik

  • Berita
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Nasional
  • Eksekutif
  • Legislatif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik

Download Aplikasi

Rubrik

  • Berita
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Eksekutif
  • Legislatif
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Tips Trik

Download Aplikasi

© Hak cipta 2022 Kaltengtoday.com | Hak cipta dilindungi hukum.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan

No Result
View All Result
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini

© Hak cipta 2021 Kaltengtoday.com | Hak cipta dilindungi hukum.