kaltengtoday.com, Kapuas – Kunjungan reses perorangan untuk menyerap aspirasi warga Desa Manyahi Kecamatan Mantangai mengusulkan menjadi ibu kota kecamatan.
“Masyarakat Desa Manyahi meminta agar proses pemekaran Kecamatan Mantangai dan Desa Manyahi ditetapkan menjadi ibu kota Kecamatan,” ucap H Darwandie saat di konfirmasi di kantor DPRD Kapuas,Senin 17 Oktober 2022.
Legislator partai berlambang Kabah ini,aspirasi warga dengan Kepala Desa yang baru terpilih anak muda dan energik,sudah barang tentu memiliki keinginan yang besar untuk membangun desa dari ketertinggalan dan pemberdayaan masyarakat desa dengan memanfaatkan potensi desa.Terkait dengan usulan warga untuk Desa Manyahi menjadi ibu kota kecamatan sangat tepat karena didukung dengan letak wilayah yang strategis serta akses Jalan yang sudah memadai.
Baca Juga : Â Reses Perorangan Dewan Sampai Tingkat Kecamatan
“Memang untuk pengembangan wilayah sudah barang tentu Desa Manyahi sangat tepat,tetapi harus didukung oleh desa penyangga terdekat,” terangnya.
Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan(PPP),ini,mengakui dalam kunjungan reses perorangan tersebut sekaligus mensosialisasi dua buah regulasi Peraturan Daerah(Perda),tentang bantuan hukum bagi masyarakat yang tidak mampu serta revisi tentang Perda no 3 tahun 2019 tentang pengelolaan dana desa.Serta sering terkait pembangunan yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD),perubahan 2022 dan Murni 2023 nanti.
“Desa Manyahi terletak di antara dua Perusahaan Besar Swasta(PBS),yang bergerak di bidang perkebunan sawit.Sangat membantu masyarakat terutama kas Desa sehingga koperasi desa ada geliat, kemungkinan tahun depan sudah bagi hasil tidak perlu mengharapkan dana talangan,” ungkap H Darwandie.
Ditambahkan H Darwandie,masyarakat sudah sangat familiar dengan perkebunan sawit sehingga mata pencaharian mereka setiap hari adalah pekerja di kebun sawit dan mengharapkan ada pengawasan dari Dinas teknis untuk melakukan pengawasan terhadap pengadaan bibit kelapa sawit sehingga tidak terjadi spekulasi bibit unggul dengan bibit lokal yang tidak produktif.Sehingga menjadi permasalahan bagi petani sawit.
Baca Juga : Â DPRD Kalteng Akan Laksanakan Reses Perorangan
“Kalo infrastruktur dan rumah ibadah dan fasilitas umum sudah memadai hanya saja yang menjadi isu di kalangan masyarakat ibu kota Kecamatan perlu di tindak lanjuti oleh Tim Kabupaten,” pungkasnya. [Djim KT]














Discussion about this post