Salah satunya melalui pengembangan usaha masyarakat, yaitu Budidaya sagu, tanaman hortikultura, dan budidaya perikanan yang mendorong ketahanan pangan dan pemberantasan kemiskinan.
Selama 9 tahun masa tugas BRGM terhitung sejak tahun 2016 – 2024, telah melakukan berbagai pencapaian diantaranya BRGM berhasil dalam restorasi lahan gambut seluas 1,6 juta hektar di luar konsesi, dan rehabilitasi mangrove seluas 84.396 hektar. Pembangunan 22.349 unit Infrastruktur Restorasi Gambut (IRG), yang terdiri atas Sumur Bor, Sekat Kanal, dan Kanal timbun. Restorasi Gambut oleh BRGM terbukti dapat menurunkan kebakaran sebesar 29,59%.
Baca Juga :Â BRGM Terus Jalani Program DMPG
Rehabilitasi mangrove yang dikerjakan oleh BRGM merupakan program mangrove terbesar di dunia. Melalui rehabilitasi mangrove, mampu meningkatkan tutupan lahan, meningkatkan produktivitas tambak, dan menciptakan lapangan kerja.
Terbentuknya 1.185 Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), dan Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM).BRGM menciptakan lapangan kerja bagi 102.000 kepala keluarga dalam restorasi gambut, dan 41.352 orang terlibat dalam kegiatan rehabilitasi mangrove.
Selain itu, BRGM juga membentuk serta melakukan pembimbingan 2.992 kelompok masyarakat dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove. BRGM menciptakan 1.413 Unit usaha yang mendukung produksi pangan desa terfasilitasi melalui kegiatan pengembangan usaha masyarakat gambut.
2,3Â juta HOK upah telah tersalurkan ke masyarakat untuk kegiatan restorasi gambut dan 4,5 juta HOK upah telah tersalurkan ke masyarakat untuk kegiatan rehabilitasi mangrove.














Discussion about this post