Kalteng Today – Sampit, – Keberadaan Perusahaan Listrik Negara (PLN) memang memiliki dampak yang luar biasa bagi kegiatan di masyarakat. Mulai dari aktivitas sehari-hari, sampai pada kegiatan ekonomi. Ternyata, masih ada saja desa terutama di Kecamatan Kota Besi yang sampai Republik Indonesia belum merdeka , hingga saat ini masih belum ada PLN masuk desa.
Tentu hal ini membuat miris, apalagi sudah hampir 75 tahun Indonesia merdeka. Oleh sebab itu, keberadaan PLN sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Bahkan masyarakat sangat berharap sekali listrik bisa warga rasakan di desanya.
Camat Kota Besi Ninuk Muji Rahayu mengatakan untuk wilayahnya, ada 5 desa yang sampai saat ini belum teraliri listrik. Yakni Desa Hanjalipan, Soren, Pamalian, Simpur dan Rasau Tumbuh. Memang ada satu desa yang sudah diajukan dan akan diberikan pada 2020, namun akibat Covid-19 dana PLN untuk desa tersebut dialihkan, jelasnya kepada Kaltengtoday, Selasa (15/8).
Tentu saja hal ini menjadi perhatian dirinya, mengingat penggerak ekonomi kan dimulai dari masuknya PLN. Secara otomatis pula sinyal HP tidak ada akibat tidak ada tiang pemancarnya akibat listrik belum ada,tambahnya.
5 desa tersebut ada sebagian menggunakan dana desa untuk membeli alat untuk menghidupkan listrik. Cuma masalahnya hanya lampu saja yang bisa digunakan akibat daya listrik yang rendah. Bahkan, lampu nyala juga dari jam 06.00 sampai pukul 10.00 WIB malam hari, ucapnya.
Baca Juga: Bawaslu : Media Miliki Peran Strategis Saat Pilkada 2020
Untuk Desa yang sudah teraliri listrik yakni Desa Palangan, Camba, Kandan, Bajarum, Kota besi hulu dan Hilir. “Saya berharap, pihak PLN bisa merealisasikan listrik masuk desa agar masyarakat bisa menikmati listrik tersebut. Itu harapan dan pula keinginan masyarakat kami,”pungkasnya. [Red]














Discussion about this post